Rabu, 10 April 2013

Perpustakaan Pelita Desa di Bulan Maret


Kegiatan Pelita Desa di Bulan Maret

Kegiatan keterampilan di bulan Maret, antara lain:  membuat mahkota untuk kegiatan drama. Dikarenakan kegiatan membuat mahkota ini diperlukan ketelatenan dan keuletan yang tinggi, sayangnya anak-anak hanya mampu menyelesaikan satu mahkota saja. 



Kegiatan keterampilan lain yang dilakukan adalah membuat bunga tulip dan gambar dari kertas warna. 
Kalian tahu bunga tulip berasal dari negara mana? betul sekali, bunga tulip adalah bunga identitas negara Belanda. Bagaimana bentuk rupanya ? coba kita lihat foto tentang hasil hasta karya teman-teman kita berikut ini..



Di Bulan Maret kebetulan anak-anak ada yang menghadapi UTS dan Try Out Ujian Sekolah, walaupun menyebabkan berkurangnya pengunjung yang datang ke perpustakaan. Tapi tetap ada juga anak-anak yang datang dengan penuh semangat untuk mengikuti kegiatan menggambar, mewarnai, dan kegiatan lainnya yang diadakan di Perpustakaan Pelita Desa di sela waktu belajar mereka.
Ohya, ada satu lagi yang kakak ingin informsikan kepada kalian. Sejak awal tahun 2013 ini, Perpustakaan Pelita Desa sudah mulai mengaktifkan kembali lembar bacaan "KEJORA". Nah, saat ini KEJORA sudah memasuki bulan ke-tiga (Januari, Februari dan Maret)...
Bagi adik-adik yang belum tahu KEJORA....ingin tahu seperti apa? berikut fotonya...


dan bagi adik-adik yang sekolahnya ingin dikirimi lembar bacaan "KEJORA", silakan tuliskan alamat sekolahnya di kotak komentar (comment).
 Terakhir, kakak ingin mengucapkan selamat dan terus mendorong semangat anak-anak SDN Loji 1 Bogor ini agar bisa juga menularkan kepada teman-teman di SD ya lain ya...semoga

Rabu, 06 Maret 2013

Diagram Data Pengguna Perpustakaan Pelita Desa, Loji, Bogor




Data statistik pengguna Perpustakaan Pelita Desa Bulan Januari & Februari 2013   

Senin, 04 Maret 2013

Kak Neni dan anak-anak Pelita Desa...

Hai adik-adik... apa kabar
harapan kakak semoga adik-adik selalu dalam keadaan sehat walafiat ya...
bagaimana aktivitas sekolahnya? semoga lancar, tugas-tugas dan PR tidak lupa selalu dikerjakan agar bisa selesai pada waktunya...

Di setiap hari Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu, kak Neni selalu menanti kehadiran adik-adik untuk berkegiatan di Perpustakaan Pelita Desa, Loji. Kegiatan yang bermanfaat untuk melatih adik-adik dalam pengetahuan umum dan terampil mengerjakan kerajinan tangan.
Juga mengadakan beberapa kegiatan setiap minggunya, diantaranya kegiatan mendongeng dan asah otak.
Kegiatan keterampilan yang telah dilakukan, diantaranya membuat bros, jepitan dan gantungan kunci serta menempel gambar dengan kain perca. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada hari Jumat.
Kegiatan memasak yang telah dilakukan adalah membuat kue bola biskuit yang ditaburi coklat meises, kegiatan memasak ini juga dilakukan pada hari Jum’at.
Kegiatan asah otak dilakukan setiap hari Kamis & Sabtu, kegiatan yang dilakukan adalah memberi pertanyaan berupa 5 buah soal yang terdiri dari semua mata pelajaran.
Kegiatan mendongeng juga dilakukan pada hari Kamis, sedangkan kegiatan mewarnai dilakukan pada hari Selasa atau Rabu.
Dari kegiatan inipun bisa dihasilkan barang-barang yang cukup cantik dan menarik... yuuk simak satu persatu ya...


1. Membuat Gantungan Kunci

Adik-adik pernah belajar bagaimana cara membuat gantungan kunci? nah, kak Neni siap mengajarkan bagaimana cara membuat gantungan kunci yang cantik ini... simak dech gambarnya :



Nah, adik-adik, foto di atas adalah hasil karya kalian yang sudah menyempatkan diri bergabung bersama kak Neni untuk belajar bagaimana membuat gantungan kunci yang cantik. Bagi yang belum sempat gabung , kami tunggu kehadirannya ya...

Berikut adalah foto adik-adik yang kemarin tergabung dalam kegiatan ini :


Bagaimana, cantik bukan ?


2. Membuat Jepitan yang lucu

Selain gantungan kunci, kak Neni juga mengajarkan bagaimana membuat jepitan rambut yang lucu. tentu saja dari bahan-bahan yang sederhana, yang bisa kita peroleh dengan mudah...


   

coba dech, kita amati hasil karya teman-teman yang tergabung dalam kegiatan ini


Bagaimana hasilnya, menarik bukan ?


3. Membuat Bross

Bross-bross yang cantik, tidak berarti harus mahal, bross bisa dibuat dari bahan-bahan yang sederhana, kalau tidak percaya, silakan lihat foto ini :


Adik-adik Pelita Desa sedang memamerkan hasil buah tangan mereka, sebuah bross yang...mmm... lumayan cantik


4. Menempel gambar

Adik-adik juga diajarkan bagaimana menempel gambar dengan bagus dan rapi... seperti foto berikut...



dan hasilnya...bisa lihat sendiri....




5. Memasak

Memasak, siapa bilang harus memakai kompor? Kak Neni, di sini mengajarkan bagaimana memasak (mengolah makanan) tanpa menggunakan kompor... jadi memasak apa ya?... jawabannya ..tentu saja membuat kue bola biskuit yang ditaburi coklat meises,

di sini diajarkan bagaimana mengolah makanan menjadi adonan masakan, dan hasilnya... wow...lebih yummy...mm..




Nah, demikian adik-adiku yang manis... itu adalah selayang pandang kegiatan di hari Kamis dan Jumat bersama Kak Neni...tentu masih banyak kegiatan lainnya, bagi kalian yang selalu mengikuti kegiatan acara ini, kakak ucapkan terima kasih, dan bagi yang belum... nah..kakak tunggu di Perpustakaan Pelita Desa Loji ya.... daaaaagghhh

Rabu, 06 Februari 2013

Anak-anak "Pelita Desa" belajar berkarya

haloo adik-adikku...
sekarang sudah waktunya menampilkan beberapa cuplikan kegiatan saat kalian belajar menyanyi diiringi oleh gitar dan piano...

lagu-lagu yang dipilih adalah lagu-lagu ciptaan Ibu Sud dan Pak Kasur dan beberapa lagu pop tertentu...
ada lagu-lagu yang bertema alam, binatang yang lucu, bunga yang cantik atau lagu-lagu yang memberi semangat...

di awal tahun 2013 ini, anak-anak juga sempat belajar menyanyi beberapa buah lagu pop bertema alam dan ibu....
lagu lestari alamku...
lagu bundaku...
belajar membaca puisi....
belajar tari dan lagu (menari dan menyanyi)...

untuk adik-adik yang sempat hadir, seperti ... Yuli, Qisti, Syifa, Nuy, Syahana,  Nabila, Davira, Marsya, Leili, Nadia, Puput, Alya, Naya, Citra, Bimo dan banyak lagi. deh... terima kasih atas partisipasi kalian ya.

berikut adalah cuplikan kegiatannya.....




Senin, 21 Januari 2013

Kejora

Kejora

Jelajahi Tanah Air Kita (Bacaan Apik untuk Anak Indonesia), terbit setiap bulan

Anak-anak adalah harapan bangsa, lantas bagaimana kita bisa membantu dan mendampingi mereka agar kelak mereka menjadi tunas bangsa yang cerdas dan mendiri.
Keprihatinan tersebut telah menggugah Bapak Didin S. Sastrapradja dan Ibu Setijati Sastrapradja untuk menuangkan pemikiran dan pengalaman mereka dan untuk menginspirasikan anak Indonesia cinta tanah air, kreatif dan inovatif.
Kami yakin hati kita semua peduli dengan pendidikan anak-anak Indonesia. Ayo kita wujudkan kepedulian kita dengan memberikan bacaan yang menambah wawasan kekayaan alam-lingkungan Indonesia. Kita bisa berikan tidak hanya kepada anak kita sendiri, tapi juga keponakan, cucu, anak jalanan, sekolah dekat rumah, dll.
Kita bisa bergerak secara individu ataupun lembaga/kantor. Gagasan kami adalah semua orang/pihak yang peduli….. terlibat aktif dengan mendistribusikan informasi kekayaan alam Indonesia kepada anak-anak di sekitarnya. Kalau dulu kita biasa hanya membelikan bacaan untuk anak sendiri, maka kini tidak hanya untuk pribadi namun juga untuk anak lingkungan sekitarnya. Bahkan staf-staf di kantor kita terlibat menyebarkan informasi ini.
Kami berharap Sahabat bisa menjadi agen perubahan untuk anak Indonesia gemar membaca serta cinta kekayaan alam Indonesia, dengan turut terlibat dalam penyebaran KEJORA.
Salam sahabat hijau!

Sumber :www.matoa.org

Bu Titi dan Perpustakaan Pelita Desa

Pertama kali mengunjungi perpustakaan Pelita Desa di Sindangbarang Loji, Bogor, ada Siti di meja resepsionis sedang mencatat. Tak lama kemudian, muncul anak-anak kecil memasuki ruangan perpustakaan. Setelah dipersilahkan duduk oleh Siti, akhirnya bertemu dengan Lukman dan Agus. Kedua lelaki ini, setiap hari Sabtu, dengan sukarela membantu perpustakaan Pelita Desa.
Ternyata, Lukman adalah teman saya saat SMP, sekarang kerja di LIPI. Setelah basa-basi ngobrol dengan Lukman dan Agus, saya diajak ke lantai dua perpustkaan. Ada beberapa meja dan kursi belajar. Juga papan tulis. Sementara anak-anak perempuan yang tadi datang sedang asyik menggambar dan membaca buku. Di lantai dua, ada sebuah ruangan yang terkunci.
“ ini ruang kerja Bu Titi, biasanya kalau datang, Bu Titi kerja di sini,” jelas Lukman.
Puas melihat-lihat di lantai dua, kami turun ke ruang perpustakaan. Di lantai satu ini, berdiri rak-rak buku. Mata pun mengintip setiap rak, secara sepintas. Ada buku cerita anak-anak, novel remaja, dan buku-buku hasil penelitian Prof. Dr. Setijati Sastrapradja alias Bu Titi panggilan akrabnya.
Pelita Desa1Ya! Bu Titi dan perpustakaan Pelita Desa sangat erat hubungannya. Keduanya tak  bisa dipisahkan. Setelah beberapa kali bertemu dengannya, saya putuskan untuk berkunjung ke Pelita Desa. Perpustakaan umum yang dibuka sejak tahun 2003, saat Didin S. Sastrapradja, suaminya ulang tahun ke -70, setiap Sabtu ramai dikunjungi anak-anak sekitar Desa Loji, Bogor.  Buku-buku yang ada di Pelita Desa ada yang dibeli oleh Bu Titi, juga sumbangan dari orang lain.
“ Perpustakaan adalah jendela dunia. Waktu kecil, mainan gak ada. Adanya perpustakaan, itu pun sangat minim. Sewanya…ya… 10 centlah. Sering tukeran sama teman. Jadi bayarnya cuma satu. Tapi bisa baca buku gantian,” Bu Titi bercerita tentang kegemarannya membaca buku saat kecil dulu.
Sejak masih bekerja di LIPI, Bu Titi selalu menyisihkan uang untuk perpustakaan Pelita Desa. Sekarang, perpustakaan yang Ia dirikan ini sudah menjadi milik desa. Sayangnya, untuk perawatan buku dan kesejahteraan karyawannya belum bisa sepenuhnya dibantu desa. Bantuan yang diberikan untuk Pelita Desa baru sebatas buku-buku pelajaran saja.
Pelita Desa 2Menariknya lagi, anak-anak yang sering datang ke Pelita Desa dan berprestasi di akhir tahun pelajaran akan mendapatkan hadiah dari Bu Titi, berupa celengan dan uang. Tapi, sebelumnya si anak juga harus mengisi celengan yang disediakan oleh Bu Titi. Apabila celengannya penuh, dan anak itu berprestasi, Bu Titi akan memberikan hadiah uang yang sama jumlahnya dengan yang ada di celengan.
Sayangnya, aturan main dari Bu Titi seringkali dirusak oleh kebutuhan rumah tangga orangtua anak-anak itu.
“ pernah suatu kali Irma….ada ibu dari anak itu, datang ke Ibu. Dia mau minta uang dari celengan anaknya untuk beli magic jar. Ya sudah, kalau satu orang sudah begitu….yang lain ngikut,” cerita Bu Titi.
Saat ini Bu Titi sudah pensiun dari LIPI. Tapi kecintaan dan kepeduliannya terhadap anak-anak dan dunia membaca patut diacungi jempol. Disela-sela kesibukannya mengajar mahasiswa S2 dan merawat Pak Didin, Bu Titi masih terus menulis cerita untuk bulletin KEJORA yang saat ini diterbitkan oleh MATOA. Cerita dalam KEJORA sangat menarik dan mengajak anak-anak untuk cinta pada tanah air serta kekayaan alam Indonesia.
Kalau Anda ingin memberikan  bacaan yang menarik bagi anak-anak Anda di rumah, taman bacaan, panti asuhan, jangan ragu untuk berlanggaanan KEJORA. Silahkan kirim email ke kejora@matoa.org. Dengan berlangganan KEJORA, Anda ikut mencerdaskan anak-anak Indonesia
sumber : http://matoa.org/bu-titi-dan-perpustakaan-pelita-desa/

Perpustakaan Pelita Desa di tahun 2013

Hai.. jumpa kembali...

Setelah sekian lama kami off di blog ini, kini kami coba hadir kembali dengan menampilkan beberapa kegiatan-kegiatan menarik..

Setiap hari (Senin s/d Sabtu) Kak Neni selalu hadir menemani anak-anak yang ingin berkunjung, membaca, menyelesaikan tugas sekolah, atau yang ingin sekedar mengasah keterampilan dalam hal menggambar, menulis atau mengarang cerita.

Di akhir minggu (khususnya di hari Sabtu) Pelita Desa sekarang diwarnai lagi dengan kegiatan menyanyi dan berdeklamasi (atau biasa disebut membaca puisi dan lagu) bersama Kak Lukman..

Siapa yang mau ikut? ... yuk kita gabung...